Minggu, 12 Juni 2016

Puisi Jiwa Menari

Terbungkus Halus
Oleh: Hoirul Mas'ud

Hati sudah terbungkus halus oleh genggaman seorang gadis
tapi entah kenapa gadis itu tak menatapku seperti dulu
pandangannya tetap indah namun seakan terbelah pada sisi-sisi lamun
kepala berkata aku harus netral tapi hati telah berhenti padanya seakan terpatri
lekat dan lengket

Puisi Jiwa Menari


Indahkan Namaku
(oleh Hoirul Mas’ud 2016)

Dibalik bukit putih memanjang
Sebuah cerita sedih terpampang
Rindu indahnya alur baru
Mengubah sendu menjadi syahdu
Oh tuhan… indahkan namaku
Kicauan dibalik bukit mencaci tanah ini
Penghargaan kian surut tersudut
Seakan lenyap terbawa angin
Harap Kembali datang dimusim dingin
Oh tuhan… indahkan namaku
Segelintir penjahat goreskan surat merah
Yang kebetulan saudaraku disana
Namun, kecaman setiap mata memandang
Seakan bangsaku yang paling curang
Oh tuhan… indahkan namaku
Tanahku harum, sama seperti kalian
Berilah setetes senyum keindahan
Ulurkan suara kepercayaan
Kau tau, ribuan nafas kami masih beriman
Oh tuhan… indahkan namaku

Puisi Jiwa Menari

Hahaha Hitam

Oleh: Hoirul Mas’ud



Aku berlumur darah menatap langit-langit dunia

Menangis rasa tak setuju menggebu beribu-ribu

Alasannya mata-mata pengatur lisan pencemo’oh

Lain warna, lain model, Hahahahahaha

Lucu menurut lensa pendosa



Lapisan tubuh ini sama strukturnya

Daging, kulit, rambut, dan susunan kerangka

Hanya warna tersudut tangis terbuai nista

Padahal penguasa semesta tak salah buat rencana

Hahaha mereka selalu tertawa



Lihat warna ini puaskan mulut kalian

Hitam kan melekat tanda kuat dan tahan

Meski berpuluh-puluh detik menjerit mendengar gunjingan

Senyum ikhlas nantikan balas dari tuhan

Hahaha silahkan teruskan.